Kirim Barang ke Taiwan, Yuk Simak Aturannya Beserta Ongkir Indonesia ke Taiwan

 

Kirim Barang Ke Taiwan

 

Memiliki kondisi politik yang stabil, Taiwan menjadi salah satu Negara yang sering dijadikan pilihan bagi warga Indonesia untuk bekerja maupun menempuh pendidikan. Sehingga sering terjadi proses pengiriman barang maupun dokumen ke Negara tersebut. Lalu apakah ada aturan khusus yang dibutuhkan? Yuk, simak apa saja aturan pengiriman barang beserta ongkir Indonesia ke Taiwan, berikut informasinya.

Tarif Pengiriman dan Aturan Pengiriman ke Taiwan

1. Barang yang Dilarang

Setiap jasa pengiriman pasti memberikan himbauan pada calon pengirim tentang beberapa peraturan khusus. Seperti barang yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk dikirim ke luar negeri khususnya ke Taiwan. Terdapat jenis barang atau produk yang tidak diperbolehkan untuk dikirim seperti produk rokok. Segala macam merek produk rokok tidak diperbolehkan diekspor.

Jika barang tersebut tetap dikirim dan ketahuan, maka pengiriman akan secara langsung dibatalkan pada bagian pengecekan barang dan produknya secara otomatis akan ditahan sebagai bukti pelaporan ke pihak yang berwenang di Taiwan. Pihak pengirim maupun penerimanya di Taiwan akan dikenai sanksi yang terkait dengan undang-undang dan kebijakan dalam pengiriman. 

2. Formulir dan Dokumen Pengiriman

Sebelum mengetahui biaya ongkir Indonesia ke Taiwan, ada syarat lain yang harus dipenuhi sebelum Anda mengirimkan barang atau produk ke Taiwan yaitu pengisian formulir dan dokumen yang dibutuhkan dalam pengiriman. Seperti nama penerima harus benar dan lengkap sesuai dengan nama yang tercantum di ID Card, Passport, atau Working Permit, yang sesuai dengan penerima. Hindari penulisan nama dengan menggunakan singkatan nama.

Kemudian syarat dan aturan lain yang harus dilengkapi adalah nomor telfon penerima yang aktif atau yang bisa dihubungi di Taiwan. Pastikan hal tersebut jangan sampai mengalami kesalahan. Lalu data informasi dan keterangan mengenai isi dari paket kiriman tersebut dan juga informasi biaya harga yang jelas jika ada. Jangan lupa lampirkan juga fotocopy passport atau ID Card si penerima. 

3. Penulisan Alamat dalam Bahasa Cina

Baru-baru ini juga terdapat peraturan baru bagi pengirim barang ke Taiwan agar menyertakan alamat dengan bahasa Cina. Penggunaan bahasa Cina tersebut digunakan untuk memudahkan pihak ekspedisi barang untuk membaca dan mengetahui alamat dengan cepat dan tepat. Hal tersebut tidak mempengaruhi biaya ongkir Indonesia ke Taiwan, karena hal tersebut sudah termasuk dari jasa ekspedisi yang ditawarkan. 

4. Biaya Pengiriman dan Prosedur Pembayaran Bea Cukai

Biaya pengiriman ke Taiwan terdapat 2 pilihan yang pertama,General Comodity dan yang kedua yaitu Special Comodity. Perbedaan jenis pengiriman tersebut juga mempengaruhi biaya ongkir dan juga estimasi waktu pengiriman. Rata-rata biaya General Comodity seperti produk tekstil dan lainnya ialah ada dikisaran Rp 100 –135 ribu/kg, sedangkan Special Comodity seperti kosmetik berada dikisaran Rp 150-165 ribu/kg.

Setelah mengetahui biaya ongkir Indonesia ke Taiwan sesuai komoditasnya, penting juga untuk mengetahui sistem dan prosedur pembayaran bea cukai pengiriman barang ke luar negeri. Saat barang tiba di tujuan, maka besar kemungkinan akan terkena pajak atau bea cukai. Pajak atau Bea cukai disetiap Negara berbeda-beda. Seperti di Taiwan yang memiliki batas rata-rata 200 NTD atau setara dengan Rp 103.000.

Selanjutnya yaitu prosedur pengambilan barang. Penerima akan mengambil barang ke tempat ekspedisi dengan memberikan bukti e-billing dan juga menunjukkan dokumen ID agar paket tersebut dapat diberikan. Karena jika Barang Anda tertahan dan tidak segera membayar bea cukainya maka barang otomatis ditahan dan tidak bisa di ambil. 

Nah itu tadi sekilas informasi biaya dan juga beberapa aturan yang perlu Anda ketahu sebelum melakukan proses pengiriman ke luar negeri khususnya ke Taiwan. Semoga sekilas informasi di atas bisa membantu Anda yang ingin mengirim barang dan menambah informasi pengetahuan seputar pengiriman barang atau produk ke luar negeri.



Previous
Next Post »